Zinedine Zidane, Jalan Panjang Sang Legenda Prancis dari Pemain ke Pelatih
Liputan6.com, Jakarta - Zinedine Zidane akhirnya kembali ke Timnas Prancis dengan peran baru sebagai pelatih kepala Les Bleus. Penunjukan itu mengakhiri penantian panjang publik Prancis yang selama bertahun-tahun berharap sang legenda memimpin tim nasional.
Mantan pelatih Real Madrid tersebut menggantikan Didier Deschamps yang mengakhiri masa baktinya setelah Piala Dunia 2026. Bagi Zidane, jabatan ini merupakan pekerjaan yang memang selalu menjadi impiannya.
Zinedine Zidane mengaku sempat menerima sejumlah tawaran melatih klub dalam beberapa tahun terakhir. Namun, ia memilih menunggu kesempatan menangani Timnas Prancis karena tidak memiliki tujuan lain.
Dari La Castellane hingga Juara Dunia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1101243/original/035789600_1451952082-Zidane_06.jpg)
Perbesar
Lahir di Marseille pada 1972 dari keluarga keturunan Aljazair, Zidane tumbuh di kawasan La Castellane yang sederhana. Bakatnya berkembang bersama Cannes dan Bordeaux sebelum mendapat panggilan pertama ke Timnas Prancis pada usia 22 tahun.
Kariernya terus menanjak setelah bergabung dengan Juventus. Empat tahun kemudian, ia menjadi aktor utama keberhasilan Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 lewat dua gol sundulan ke gawang Brasil pada partai final.
Kesuksesan itu berlanjut dengan gelar Euro 2000 dan kepindahan ke Real Madrid. Gol voli kaki kiri pada final Liga Champions 2002 kemudian menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah kompetisi tersebut.
Sukses Besar Berlanjut di Bangku Pelatih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2234704/original/004423100_1527826948-20180601AFP_Zidane_dan_Pemain_05.jpg)
Perbesar
Setelah pensiun sebagai pemain, Zidane tidak langsung terjun menjadi pelatih kepala. Ia lebih dulu menempuh pendidikan manajemen olahraga di Limoges sebelum memperoleh lisensi kepelatihan.
Zidane kemudian kembali ke Real Madrid dengan berbagai peran, mulai dari penasihat klub hingga asisten pelatih. Kesempatan menjadi pelatih kepala pada 2016 langsung berbuah tiga gelar Liga Champions secara beruntun serta dua trofi LaLiga.
Didier Deschamps pernah memberikan apresiasi atas pencapaian mantan rekan setimnya tersebut. "Sebagai pemain dia sudah luar biasa, lalu memiliki kehidupan kedua sebagai pelatih dan kini menjadi pelatih yang luar biasa."
Tantangan Baru Bersama Les Bleus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309600/original/043534600_1785232079-000_C3CU7WA.jpg)
Perbesar
Kini, Zidane mewarisi skuad yang dihuni banyak pemain berkualitas seperti Kylian Mbappe, Michael Olise, dan Ousmane Dembele. Tugas utamanya adalah membawa Timnas Prancis kembali bersaing memperebutkan gelar setelah gagal mencapai final Piala Dunia 2026.
Zidane memiliki filosofi yang lebih mengutamakan pengelolaan pemain daripada pendekatan taktik yang rumit. "Saya bukan pelatih terbaik dalam urusan taktik, tetapi saya memiliki hal lain. Saya sangat memahami ruang ganti dan cara berpikir seorang pemain, dan bagi saya itu sangat penting."
Pendekatan tersebut menjadi modal penting bagi Zinedine Zidane untuk membuka era baru bersama Timnas Prancis. Kini, publik Les Bleus menantikan apakah sang legenda mampu mengulang kejayaan yang pernah ia persembahkan sebagai pemain, kali ini dari tepi lapangan.
Sumber: France 24
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Dibuang Manchester United dan Chelsea, Pemain Ini Beri Sindiran Pedas